Harmoni Tasawuf dan Teknologi: Menemukan Kedamaian di Era Digital

Authors

  • Muhammad Dimas Fajar Rizqi Pratama UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.1234/jast.v1i1.33

Keywords:

tarekat, moral, Masyarakat

Abstract

Artikel ini membahas tarekat sebagai pedoman moral dalam masyarakat, yang berperan penting dalam membangun spiritualitas dan nilai-nilai moral umat. Tarekat, yang berasal dari bahasa Arab dan berarti “jalan” atau “metode,” mengajarkan individu untuk meningkatkan kualitas ibadah, memelihara hubungan dengan Allah, serta menjaga keharmonisan dengan sesama makhluk. Melalui bimbingan para guru spiritual atau mursyid, tarekat menyediakan panduan praktis dalam menjalankan kewajiban dan sunnah, serta menghindari larangan, dengan tujuan mencapai kedekatan spiritual kepada Allah. Praktik tarekat, yang mencakup zikir, mujahadah, dan riyadhah, mempengaruhi perkembangan moral dan spiritual, serta mendukung pencapaian maqam dan ahwal—tahapan dalam perjalanan spiritual menuju kesucian diri. Tarekat tidak hanya memperbaiki hubungan individu dengan Allah tetapi juga mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, kasih sayang kepada sesama, serta sikap tawadu’ atau rendah hati. Dalam konteks modern, tarekat berperan sebagai solusi spiritual untuk menghadapi tantangan era teknologi dan rasionalisme yang sering kali menimbulkan krisis moral dan spiritual. Dengan mengamalkan ajaran-ajaran seperti sabar, syukur, zuhud, dan tawadu’, tarekat mampu mendorong terciptanya masyarakat yang adil, sejahtera, dan memiliki integritas moral.

Downloads

Published

2026-01-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Harmoni Tasawuf dan Teknologi: Menemukan Kedamaian di Era Digital. (2026). Jurnal Agama Dan Sains Teknologi, 1(1), 40-61. https://doi.org/10.1234/jast.v1i1.33